Aug 22

Manfaatkan Kredit Bank Untuk Memulai Bisnis Franchise

 

kredit bank

Setiap memulai bisnis, baik bisnis biasa maupun franchise tidak terlepas dari kebutuhan permodalan. Salah satu tempat mendapatkan modal usaha adalah dari Bank.

Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa hampir setiap bank memiliki fasilitas pembiayaan franchise. Kalau pun ada bank yang tidak memiliki kredit franchise, Anda bisa memanfaatkan kredit mikro.

Kredit mikro adalah fasilitas pembiayaan skala kecil dari pemerintah yang biasa dikenal dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank-bank yang biasa menyalurkan program KUR ini diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, dan Bank Tabungan Negara.

Namun, untuk mendapatkan pinjaman memang tidak mudah. Ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, misalnya jenis usaha yang jelas, pemilik yang kredibel, namun, syarat utamanya adalah Anda harus menunjukkan kontrak kerjasama franchise antara franchisee atau franchisor. Seperti pengajuan kredit kebanyakan, bank juga akan menilai kelayakan franchise yang akan Anda pilih. Jika memang bagus, aplikasi Anda berpeluang besar untuk lolos.

Peluang paling besar adalah jika Anda mengambil usaha franchise yang telah memiliki nama besar dan business plan yang telah teruji. Beberapa bank bahkan sudah menggandeng pemain besar untuk kerjasama pembiayaan bagi para calon franchisee, misalnya Bank BRI dengan Rajawali Mart, atau Bank BNI dengan Alfamartnya.

Anda layak untuk memanfaatkan fasilitas kredit dari bank ini untuk memulai bisnis franchise Anda, baik skala kecil maupun besar. Lengkapi syarat-syaratnya, susun proposalnya dan ajukan. Dan jangan lupa monitor lah perkembangan penilaian proposal Anda oleh bank.

Jun 08

Tips Para Ahli Dalam Pengembangan Penjualan Franchise

 

Pengembangan franchise dan penjualan franchise adalah sama seperti proses penjualan lainnya, Anda memiliki produk, Anda harus memiliki pembeli khusus dan Anda perlu memastikan pembeli mengetahui produk Anda, perbedaan dalam proses penjualan franchise adalah bahwa Anda menjual suatu produk dengan hak kekayaan intelektual yang melekat pada produknya, berbeda dengan produk lainnya, proses ini butuh  waktu bagi tenaga penjual agar bisa nyaman dengan proses ini.

Miliki Kesabaran

Jika Anda belum pernah menjual franchise sebelumnya, proses ini memakan waktu dan fokus. Kebanyakan transaksi franchise butuh lebih dari 90 hari dan kadang dapat memakan waktu selama satu tahun untuk menyelesaikan proses penjualan. Ada variabel tak terduga yang bisa terjadi dan berpengaruh pada pembeli …. keluarga … keuangan dan gaya hidup yang semuanya akan berpengaruhterhadap keputusan ini, jadi janganlah buru-buru, take your time. Pembeli perlu didukung, dipandu dan dijaga intensitas komunikasinya ketika mereka datang untuk membeli franchise Anda. Jika Anda sedang berusaha untuk menjual franchise, Anda harus berada di sana melayani pembeli, memberikan mereka dukungan otentik, data dan informasi yang benar karena mereka sedang dan selalu melakukan proses evaluasi.

Sistem Manajemen

Milikilah sistem manajemen yang berkualitas untuk mengelola bisnis franchise, kepemimpinan dan komunikasi yang cair dengan pembeli adalah hal yang sangat penting. Penerapan CRM (Customer Relationship Management) pada penjualan franchise akan dapat memperoleh hasil yang lebih baik dalam rangka proses pengembangan Franchise Anda. Dengan sistem pelacakan yang efektif, pelaporan dan evaluasi data penjualan franchise,  Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang pasar, pengembangan bisnis dan tim penjualan franchise Anda. Sistem Pemasaran Franchise harus memiliki CRM yang bekerja dengan baik selama proses ini berlangsung.

Tentukan Profil dan Karakteristi Pembeli

Cobalah bekerjasama dengan berbagai jenis franchise yang berbeda dan model bisnis yang berbeda, beberapa industri dan bisnis franchise membutuhkan keahlian tertentu (penjualan, pengembangan bisnis, calon pelanggan, manajemen klien, dll) sementara yang lain mungkin saja  membutuhkan yang lain (Retail, Layanan Produk, Teknis, dll). Buatlah profil pembeli yang solid dan taatilah. Pastikan pembeli mengisi formulir evaluasi, pastikan bahwa mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lengkap dan akurat agar Anda dapat menarik kesimpulan apakah mereka cocok atau tidak untuk bisnis Anda. Kemudian tibalah bagian yang sulit … .katakan  tidak untuk calon yang tidak memenuhi persyaratan kualifikasi Anda … .bahkan  ketika mereka memiliki uang dan siap membeli franchise Anda.

Miliki Tim Penjual Yang Bagus

Biasanya membutuhkan banyak tahapan untuk membuat penjualan franchise, Anda harus memiliki banyak tenaga kerja selama proses ini berlangsung. Pemilik perusahaan harus tidak terlibat sampai  proses penjualan ini beralhir- Bangunlah nilai APA yang mereka dapatkan dan SIAPA yang bisa mereka hubungi ketika melakukan proses pembelian franchise. Jangan berikan mereka akses langsung ke pemimpin perusahaan pada awal proses penjualan.

Kenali Pasar Anda

Jangan masuk ke proses penjualan franchise tanpa melakukan evaluasi pasar yang lengkap dan memiliki gambaran kompetitif. Anda tidak akan dapat menjawab pertanyaan pembeli seperti “bagaimana perbadingannya dengan franchise ini dan itu?” Dengan jawaban seperti…. “Yah, aku belum pernah mendengar tentang mereka”, atau “Saya tidak tahu banyak tentang mereka” adalah terdengar seperti Anda hanya tahu tentang industry Anda saja. Memiliki informasi terupdate dan faktual adalah bagian dari  penjualan franchise yang efektif. Kami merekomendasikan rencana dan program penelitian pasar strategis yang baik sebelum meluncurkan kampanye penjualan waralaba Anda.

Miliki Legalitas Usaha

Pastikan bahwa Prosepektus Perusahaan Franchise Anda,  Pendaftaran Franhcise  dan Dokumentasi Legalitas Franhicse Anda telah lengkap agar penawaran franhise menjadi lebih efektif dan memiliki kepastian hukum yang jelas. Ingat, Anda tidak bisa memasarkan franhcise  secara legal sebelum Anda telah melalui proses ini, pastikan Anda menyelesaikan hal-hal mendasar ini sebelum Anda mulai memasarkan franhchise Anda.

Pehami Berbagai Strategi Pemasaran Franchise dan Temukan Mitra Strategis dan Karyawan yang Sesuai

Jangan risau jika franchise Anda masih tergolong kedalam bisnis yang kecil.  Semua berawal dari hal kecil untuk menjadi besar. Pehami lah semua seluk-beluk franchise terlebih dahulu seperti kesepakatan franchise, pengembangan franchsie, rekrutmen dan konsultasi franchise. Langkah penting lainnya adalah untuk menentukan bagaimana Anda dapat menemukan mitra strategis yang tepat dan karyawan yang tepat yang dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda.

Nicole Hudson

www.franchisemarketingsystems.com

May 11

Franchise Kuch2Hotahu

Franchise makanan kuh2hotahu murah yang merupakan pilihan terlaris 2015, best seller business food in indonesia check this out. Kuch2Hotahu adalah tahu goreng istimewa yang digoreng dengan tepung khusus dan bumbu khas kuch2hotahu yang telah diolah dengan menggunakan resep rahasia dari Tuan Takhu.

Kombinasi antara RESEP RAHASIA TUAN TAKHU dengan empu-empu di tim BACK OFFICE yang tidak diragukan lagi kesaktiannya karena sudah menimba ilmu dari berbagai GURU di berbagai pelosok Tanah Air menjadikan “Koch2HoTahu” SAKTI MANDRAGUNA. Sehingga tidak ada kata-kata yang bisa digunakan untuk menggambarkan bagaimana enaknya produk-produk“Koch2HoTahu” selain SEGERA CARI OUTLET KOCH2HOTAHU di Kota anda dan RASAKAN SENDIRI.

Kuch2Hotahu merupakan peluang bisnis franchise murah yang terbukti tahan lama karena mereka akan selalu berinovasi dalam rasa dan menu, dari awal launching yang cuma 7 varian sekarang sudah ada lebih dari 25 varian kuch2hotahu. Dan inovasi ini akan terus berlanjut.

Yang menjadi keunggulan dari franchise ini adalah harga paket yang murah hanya dengan Rp. 15 juta, jika kita bandingkan dengan jenis franchise yang lainnya.

Keunggulan lainnya adalah franchise makanan murah merupakan hal yang sangat tepat dipilih ketika Anda menginginkan untuk memiliki resiko kegagalan yang kecil. Mengapa? Karena makanan merupakan sebuah kebutuhan pokok yang dengannya diperlukan oleh semua orang sehingga pasar atau konsumen tidak akan pernah habis. Dengan kenyataan ini menjadikan waralaba makanan tepat sebagai bisnis jangka panjang.

Selain sebagai lauk yang biasa disantap bersama nasi, tahu hanyalah salah satu pilihan jajanan gorengan yang sering dijajakan tukang gorengan bergerobak di pinggir jalan. Pun inovasi yang melahirkan makanan olahan tahu masih terbilang minim. Padahal, hampir semua orang Indonesia segala usia, yang jumlahnya ratusan juta jiwa umumnya menyukai tahu. Pasar yang demikian besar, tak sebanding dengan suksesnya para pengusaha tahu itu sendiri. Bukan hanya lantaran pebisnis tahu yang telah sesak di pasaran, tetapi daya tarik usaha tahu itulah yang akhirnya menjadi penentu keberhasilan pengusahanya. Hal inilah yang membuat usaha tahu berlabel Kuch2hotahu tumbuh pesat.

Jika berminat menjadi mitra franchisee Anda bisa hubungi Kuch2hotahu di:

0853 1700 6007 (Telkomsel)
0856 0800 2007 (Indosat)
0857 4311 4560 (Indosat)
0812 1980 6009 (Telkomsel)
0878 8365 2007 (XL)
Email : kuch2hotahu@gmail.com

Website: http://kuch2hotahu.com

Apr 24

Jangan Bikin Franchise Kalau Belum Terbukti Sukses

Tren franchise kian menarik saja untuk disimak. Betapa tidak, sejak krisis, pertumbuhannya begitu pesat baik dari segi omzet, jumlah merek, maupun gerai. Bisnis cepat menggurita dan mudah meraih untung merupakan alasan utama orang mendirikan franchise.

Sejatinya, sistem kemitraan ini sangat baik bila dijalankan dengan benar. Di antaranya dapat mengurangi tingkat pengangguran dan mendorong lahirnya wirausahawan baru.

Namun demikian, patut diingat mendirikan franchise itu tidak bisa sembarangan. Ada rambu-rambu khusus yang perlu diperhatikan. Bila tidak, sistem ini akan menjadi buah simalakama baik bagi sifranchisor, franchisee, maupun industri franchise itu sendiri. Apa saja rambu-rambunya? Hasil wawancara dari majalah MARKETING dengan salah satu pengamat franchise Indonesia, Burang Riyadi dari IFBM Consulting (International Franchise Business Management) layak penulis tayangkan kembali di websiten ini. Semoga bermanfaat.

Sejak kapan bisnis franchise berkembang di Indonesia?

Mulai tahun 1990-an, fenomena franchise sudah marak di Tanah Air, namun yang mendominasi masih bisnis dari luar, semisal Mc. Donalds dan KFC. Yang lokal, seperti Rudy Hadisuwarno dan lembaga pendidikan komputer Widyaloka belum populer kala itu.

Baru 12 tahun silam, saat negeri ini tertimpa krisis ekonomi, franchise lokal mulai bangkit perlahan-lahan dan menjadi semakin banyak seperti sekarang.

Bisa dijelaskan lebih detail penyebabnya?

Begini, saat krisis ekonomi 1998, nilai tukar dolar terhadap rupiah sempat melambung hingga di atas Rp 10.000. Franchisee asing pun keteteran, lantaran franchise fee yang dibayar naik berlipat-lipat mengikuti nilai tukar dolar. Sebagai contoh, Mc Donalds sempat menutup 33 gerainya sekaligus. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan PHK massal.

Alhasil, banyak pegawai yang akhirnya banting setir menjadi wirausahawan. Mulai dari warung tenda sampai beragam jenis usaha lain, tiba-tiba menjamur kala itu. Ada yang sukses, ada pula yang gagal. Buat yang sukses, mereka akhirnya tertarik untuk mefranchisekan bisnisnya. Mulai dari situ, geliat franchise lokal mulai kelihatan. Namun sayang, belum didukung dengan format yang pas. Beberapa nama franchise yang sempat santer waktu itu misalnya Indomaret, Alfamart, Edam Burger, dan lain-lain.

Format seperti apa yang dimaksud?

Format tersebut berupa peraturan yang adil antara si pemilik franchise dengan penerima franchise. Memang sebelumnya Indonesia sudah memiliki PP no. 16 tahun 1997 tentang franchise, namun peraturan itu kurang proporsional. Yang banyak disorot hanya aturan mengenai si penerima franchise saja, sedangkan pemberi franchise tidak banyak disinggung.

Saya bersama teman-teman coba menggagas agar peraturan franchise yang lama itu direvisi, yang kemudian keluarlah PP no. 42 tahun 2007. Peraturan yang baru ini isinya antara hak dan kewajiban dari si pemberi dan penerima warlaba cukup berimbang. Sekarang tinggal bagaimana menjalankannya saja secara tegas. Aturan yang jelas pada franchise itu sangat perlu guna menghindari image negatif di masyarakat. Jangan sampai semua orang bisa ramai-ramai dengan mudahnya mendirikan franchise, tanpa peduli bisnisnya terbukti sukses atau belum, dan sistemnya cukup bagus atau tidak.

Seperti yang terjadi pada MLM (multi level marketing). Sebetulnya, konsep ini bagus, namun karena tidak ada aturan yang jelas, semua orang bisa mendirikan perusahaan mengatasnamakan MLM. Sudah begitu, ada kecenderungan mereka memaksa orang untuk menjadi anggotanya pula. Hasilnya bisa dilihat sekarang. Rata-rata kalau orang ditawarkan ikut MLM, pasti akan sungkan.

Kasus mirip MLM terjadi pada franchise di luar negeri, semisal di Filipina. Di sana, orang ditawari franchise, langsung menghindar atau menyatakan ketidaktertarikannya. Ini lantaran mereka kapok, karena banyak yang merasa dibohongi setelah mengambil franchise. Wajar saja, sebab di sana memang aturan tentang franchise belum ada. Sehingga, banyak yang ramai-ramai mendirikan franchise tanpa memiliki sistem yang jelas, dan usahanya ternyata juga belum terbukti berhasil.

Lalu, tepatnya mulai kapan franchise booming di Indonesia?

Menurut saya, sejak tahun 2006 sampai sekarang. Pertumbuhan omzet franchise selama ini sudah di atas 40%. Saya mencatat, tahun 2008, total omzet franchise di Indonesia yang baru 700 merek kala itu mencapai Rp 4 triliun per bulan. Nah, sekarang dengan 1.700-2.000 merek, total omzetnya sudah mencapai Rp 15,6 triliun per bulan.

Selain itu, rata-rata ada 11 ribu gerai baru yang dibuka per bulan. Itu artinya ada 11 ribu pengusaha baru. Bukan hanya itu, satu gerai bisa menyerap tenaga kerja 2 sd. 6 orang lebih, kalau dikalikan 11 ribu, jumlah pengangguran bisa berkurang 22 ribu sd. 66 ribu per bulan.

Lagipula, tingkat kegagalan franchise di Indonesia juga kecil, hanya 20%. Penyebabnya paling karenafranchisee tidak bisa diajak kerja sama,  atau franchisor-nya yang kurang siap dalam hal sistem.

Saat ini, jenis franchise apa yang tengah marak?

Trennya masih di bidang kuliner. Hampir 66% franchise bergerak di bidang ini. Namun, itu juga tergantung pada kondisi. Kalau sedang krisis ekonomi seperti tahun 2008, tren usahanya adalah makanan atau minuman. Namun, setelah perekonomian benar-benar pulih, jasa yang bakal banyak bermunculan seperti salon, pendidikan, bengkel, dan lain-lain.

Wilayah mana yang berpotensi untuk dikembangkan bisnis franchise?

Asal tahu saja, franchise berkembang karena tingkat orang yang bepergian semakin tinggi sekarang ini, lantaran didukung dengan layanan transportasi yang makin banyak dan murah, seperti pesawat terbang. Ditambah, hampir tiap daerah dihuni bukan hanya oleh satu suku, melainkan oleh berbagai macam suku bangsa.

Sebagai contoh, orang Jakarta yang kebetulan baru pindah ke Makassar, kemudian dia secara tidak sengaja melihat ada yang menjual soto Betawi di sana. Mungkin ada keinginan untuk mampir karena teringat akan kampung halaman. Sama halnya orang yang sedang jalan-jalan ke suatu daerah, kini tidak lagi membawa makanan khas daerah situ, namun bisa membawa oleh-oleh Dunkin Donuts atau juga Teh Poci, yang sebetulnya juga ada di tempat tinggal mereka. Jadi, semua wilayah itu berpotensi.

Apa saja kegiatan marketing yang biasa dilakukan oleh para franchisor?

Bentuknya bermacam-macam, tetapi yang jelas tujuan marketing pada franchise itu mempunyai tiga maksud. Pertama, untuk memasarkan franchise itu sendiri, dengan membuat company profile danhistory of success sebagus mungkin. Yang kedua, membantu franchisee-nya untuk mendatangkan banyak pelanggan. Cara yang ditempuh adalah melalui program marketing nasional dan lokal. Dan yang ketiga, marketing untuk meningkatkan citra. Langkah paling mudah adalah ikut pameran, iklan di media cetak, dan menggelar seminar.

Hal-hal apa yang patut diperhatikan oleh calon franchisor atau franchisee?

Hal pertama yang harus diingat adalah franchise itu duplikasi bisnis yang sukses. Jadi, bagi calonfranchisor (pemberi franchise) perlu dilihat dahulu apakah usahanya benar-benar sudah teruji berhasil atau belum? Karena tugas franchisor itu bakal mengajarkan franchisee-nya untuk sukses. Bagaimana dapat mengajari orang sukses jika dia sendiri belum berhasil?

Untuk franchisee (penerima franchise), pada prinsipnya sama. Pertama, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang franchise yang diminati, apakah sudah terbukti berhasil atau belum? Kemudian, tilik juga sistemnya, apa ada program training, SOP, apa saja tools untuk komunikasinya, dan lain-lain. Dengar juga testimoni dari franchisee yang sudah ada dan informasi dari mulut ke mulut. Jangan sampai kita menjadi kelinci percobaan nantinya.

Apa dampak positif dan negatif dari franchise?

Dampak positifnya yang pertama, membantu mengurangi jumlah pengangguran. Kedua, pemasukan devisa bertambah seiring ekspansi franchise lokal yang sekarang sudah merambah ke luar negeri.Ketiga, ketahanan ekonomi juga terbantu. Sebab, mau krisis atau tidak, franchise tetap bisa eksis. Terbukti sejak tahun 1990-an, meski dihantam krisis, franchise tetap jalan, bahkan berkembang pesat setelah itu.

Sementara dampak negatifnya, kalau dijalankan dengan benar tidak akan ada. Untuk itu, semua pihak perlu bekerja sama mengawasi jalannya peraturan yang ada, baik itu pemerintah, pihak asosiasi, maupun para franchisor dan franchisee.

Saat ini, franchise sudah menjadi trademark bagi bisnis yang ingin dapat uang secara cepat dan mudah. Alhasil, banyak orang berlomba-lomba terjun ke bidang ini. Yang dikhawatirkan adalah ikutnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam arena franchise. Beberapa MLM ada yang telah mengubah namanya menjadi personal franchise.

Jadi, yang membuat dampak negatif itu jika sistem franchisenya belum baku. Antisipasinya adalah penerapan aturan yang tegas dan kode etik yang seharusnya dikendalikan oleh pemerintah serta asosiasi.

Ada masukan untuk kemajuan franchise di Indonesia agar lebih pesat?

Sudah saatnya pemilik merek besar mau terlibat mengembangkan franchise di Tanah Air. Beberapa di antaranya sudah melakukan itu. Namun, masih banyak pemilik merek lain yang sebenarnya mampu, tapi masih belum berani melangkah. Terus terang, saat ini saya tengah mendorong agar merek-merek besar mau melebarkan sayap usahanya ke sistem franchise.

Sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Holcim dengan Solusi Rumah-nya, Mustika Ratu dengan Taman Sari Spa, dan lain-lain. Sudah seharusnya pebisnis yang sukses menularkan resep sukses mereka ke orang lain agar terlahir pengusaha-pengusaha baru. Dengan demikian, perekonomian bakal semakin baik nantinya. (Andri Darmawan)

Sumber: kampus.marketing.co.id

Apr 03

Kredit Franchise Dari BRI

Jika Anda menjadikan kekurangan modal sebagai alasan untuk tidak memulai sebuah bisnis franchise, Anda tidak sendiri, banyak orang yang memiliki alasan yang sama dengan Anda. Sekarang Anda bisa mulai melirik Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai solusinya.

Bank Rakyat Indonesia memberikan kredit dalam bentuk modal kerja dan investasi bagi usaha franchise. Anda bisa mendapatkan limit kredit dari Rp. 100 juta.- sampai dengan Rp. 40 milyar walaupun Anda baru saja memulai bisnis franchise.

Pengajuan kredit di BRI bukan saja sangat mudah karena permohonan pinjaman dapat diajukan ke Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu di seluruh Indonesia, Anda juga banyak mendapatkan fasilitas dan keuntungan lainnya seperti:

  1. Dapat digunakan untuk pembukaan usaha baru, usaha yang sudah berjalan atau pengembangan usaha waralaba.
  2. Bisa digunakan untuk membiayai Franchise KFC, MC Donald, Alfamart, Indomaret, Rajawali Mart, Apotek K24 atau semua jenis franchise dengan brand name yang sudah dikenal luas.
  3. Bisa diberikan dalam bentuk Kredit Investasi maupun Kredit Modal Kerja.
  4. Dapat diberikan rekening koran (plafond tetap) atau dengan angsuran (plafond menurun).
  5. Dapat dipergunakan untuk refinancing.
  6. Bisa diberikan kepada calon nasabah yang baru memulai usaha.

Apa saja persyaratannya.? Informasi dari BRI memberikan syarat pengajuan kredit sebagai berikut:

1. Melampirkan legalitas usaha

– NPWP
– SIUP
– SITU
– TDP / Surat keterangan usaha.
– HO
– Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba /STUPW

2. Melampirkan dokumen identitas diri

– KTP / SIM
– Untuk badan usaha melampirkan Akte Pendirian dan perubahannya

3. Melampirkan copy rekening koran 3 (tiga) bulan terakhir.

 

Anda layak mencobanya. Segera hubungi BRI terdekat di kota Anda.

Mar 20

Perhatikan 3 Hal Ini Agar Tidak Salah Membeli  Franchise

 

Papa Ron’s Pizza, McDonalds, KFC, dan masih ada beberapa nama bisnis franchise lainnya yang akrab ditelinga Anda. Mereka telah menciptakan sebuah sistem yang dapat dicontoh oleh setiap pemilik bisnis.  Kekuatan bisnis mereka ada pada sistemnya, proses pelaksanaan,   merek dan bagaimana perusahaan itu sendiri  menciptakan resiko bisnis yang lebih rendah. Meskipun menjadi salah satu sistem bisnis yang tumbuh pesat di  tahun 80-an, masih sangat banyak  franchise yang masih relevan di abad ke-21. Namun sebelum Anda memutuskan menggeluti bisnis franchise. Berikut adalah 3 hal yang perlu Anda pertimbangkan jika membeli franchise agar Anda tidak salah langkah dalam membeli franchise adalah keliru, seperti yang dikutip dari nextupasia.com.

Apakah Anda memiliki cukup uang?

Sebelum membeli franchise Anda harus mengetahui bahwa bisnis franchise terdapat biaya-biaya seperti franchise fee, biaya bahan baku, belum lagi termasuk biaya sewa tempat dan gaji karyawan dan biaya overhead lainnya. Bisnis franchsie bukanlah bisnis modal dengkul, Anda benar-benar harus memiliki uang.  Pilihlah bisnis franchise yang sesuai dengan kekuatan modal yang Anda miliki. Banyak pilihan franchise yang hanya membutuhkan modal dibawah Rp. 10 juta, tapi tidak sedikit juga yang jauh lebih besar dari itu.

Apakah Anda memiliki waktu untuk menjalankannya?

Menjalankan franchise tidak sesederhana hanya dengan berinvestasi lalu  Anda biarkan begitu saja tidak mengurusnya. Anda harus terlibat dalam operasionalnya dari hari ke hari  dan Anda juga harus secara aktif terlibat dalam pelatihan ketika Anda memulai menjadi mitra sebuah franchise. Tidak jarang franchisor  ingin memastikan bahwa franchisee mereka adalah salah seorang yang terlibat dalam menjalan bisnisnya dari hari ke hari.

Apakah Anda memiliki kepribadian?

Apakah Anda tipe kreatif yang suka mengambil risiko dan bereksperimen? Apakah Anda sangat rajin? Apakah Anda selalu bercita-cita untuk menjadi pengusaha dengan jenis bisnis  berisiko tinggi dengan  pendapatan yang lebih tinggi pula? Jika Anda menjawab YA untuk semua pertanyaan di atas, Anda tidak harus menjadi franchisee. Tipe kepribadian dari pemilik franchise harus lah seorang yang pengambil resiko yang lebih kecil. Tentu saja, setiap franchise memiliki sendiri tipe kepribadian ideal mereka, dan Anda akan  mengetahuinya melalui  proses wawancara menjadi mitra sebuah franchise.

Mar 02

Franchise Developer Properti  Bersama Gerbang Madani Group

Developer Properti adalah salah satu bisnis yang mempunyai prospek sangat cerah seiring bertambahnya jumlah penduduk suatu negara. Di Negara berkembang seperti Indonesia, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi berdampak pada kebutuhan tempat tinggal yang semakin meningkat. Bila dikelola dengan baik bisnis ini mampu menghasilkan keuntungan yang tinggi, namun resiko besar juga harus dihadapi pelaku usaha bila pengelolaan salah.

Melihat prospek bisnis yang cukup bagus, saat ini banyak kalangan yang semula menggeluti bidang usaha diluar lingkup properti beramai-ramai mencoba peruntungan dalam bisnis ini dengan berbagai konsentrasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ada banyak cara untuk memulai bisnis Developer Properti antara lain langsung mencoba mulai dengan bekal ilmu yang dipelajari sendiri atau didapat dari lembaga pelatihan, bekerjasama dengan pihak lain yang dipandang kompeten untuk mengelola suatu proyek atau mengambil alih pengelolaan bisnis yang sudah berjalan sebelumnya.

Beberapa alternatif ini tidak salah, namun setiap strategi mengandung potensi resiko yang tidak ringan jika pengetahuan dan pengalaman kurang dipaksakan mulai mengelola bisnis Developer Properti dengan karakter bisnis yang dikenal mempunyai kompleksitas tinggi. Jika kondisi ini terjadi, pada akhirnya konsumen sebagai end user produk yang akan menanggung dampak paling buruk dari proyek yang gagal karena salah urus pengelolaan, antara lain kualitas produk yang rendah, tidak tersedianya fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai, legalitas produk yang tidak jelas serta konflik dengan masyarakat diluar kawasan hunian yang dibangun.

Saat ini model kemitraan franchise berkembang pesat di Indonesia dalam berbagai bidang bisnis yang mengindikasikan suatu investasi bisnis yang menarik dengan tingkat kegagalan yang rendah. Semangat yang dianut adalah kemandirian dan saling menguntungkan, dimana pemberi hak franchise (franchisor) yang harus sudah membuktikan keberhasilannya mengelola bisnis dalam waktu yang cukup, bertanggung jawab membantu penerima franchise (franchisee) agar berhasil menjalankan bisnis sesuai goals yang ditetapkan selama masa perjanjian berlaku. Dengan model kemitraan ini penerima franchise dapat menikmati keuntungan maksimal karena tidak berbagi laba dengan pemberi franchise, sementara pemberi franchise mendapatkan hasil yang cukup dari support yang diberikan berupa royalty fee yang tidak memberatkan penerima franchise. Karena ciri kerjasama seperti ini maka model kemitraan ini disebut FRANCHISE yang berarti LEBIH UNTUNG. Patut kita syukuri saat ini di Indonesia pemerintah telah membuat regulasi yang memadai untuk mengatur bisnis franchise yang melindungi kepentingan franchisee dan franchisor.

Gerbang Madani Group sebagai Developer Real Estate yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun, sejak 2012 membuka kesempatan kepada masyarakat yang tertarik di bidang Real Estate untuk memiliki perusahaan Developer Properti yang mandiri, mudah & sistematis dengan keuntungan terencana melalui kemitraan franchise.

Gerbang Madani Group  telah mendapat kan STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba/Franchise) pada tanggal 19 September 2013 melalui Kementerian Perdagangan No.: 31.UPP/STPW/9/2013 untuk Gerbang Madani Group sebagai perusahaan pemberi franchise yang resmi / terdaftar. Pengakuan ini mewajibkan kami dalam menjalankan kemitraan franchise harus tunduk pada seluruh regulasi pemerintah yang berlaku.

Demikian gambaran sekilas mengenai Franchise Developer Properti dari Gerbang Madani Group, Anda bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang Franchise Developer Properti dari Gerbang Madani Group di
Telp 0877 3950 9791

Email : franchise@gerbangmadani.com

Website :gerbangmadani.com

 

Feb 13

La Pizza – Pizza nya Orang Indonesia

Pizza memiliki sejarah yang panjang, rumit dan tak menentu yang sering menginspirasikan banyak debat. Asal kata “pizza” belum jelas, tapi pertama kali muncul tahun 997 dalam Bahasa Latin Pertengahan, dan di Napoli pada abad ke-16 sebuah galette disebut sebagai pizza.(Wiki)

Pizza terus berevolusi, dari hanya jenis roti makanan orang miskin hingga menjadi resep dapur terkenal dan mendunia. Ini terbukti dengan hadirnya Pizza bergaya New York, Pizza Sisilia, Pizza Yunani, Pizza bergaya Chicago, Pizza al taglio, Pizza bergaya New Haven, Pizza Hawaii, Pizza bergaya California, Pizza bergaya St. Louis, Pizza Meksiko, Pizza bergaya Detroit, dan sekarang telah hadir Pizza bergaya Indonesia-La Pizza.

Seperti apa pizza bergaya orang Indonesia ini? Dan apa yang mendorong pemiliknya, dibawah naungan CV. Kedai Pizza Indonesia, untuk membuat jenis makanan terkenal ini bercita rasa Indonesia?  Berikut jawabannya mereka:

“La Pizza didirikan karena antusias masyarakat yang besar terhadap makanan pizza. Dengan respon masyarakat yang besar ini, La Pizza dengan cepat meningkatkan jumlah gerai dan bertekad untuk membuka cabang di seluruh wilayah Indonesia. Pemikiran La Pizza bahwa bisnis ini akan berkembang pesat karena dilatarbelakangi oleh mindset masyarakat Indonesia yang telah mengenal pizza. Disamping itu dukungan media televisi memperkuat “image” atau pandangan makanan pizza. La Pizza membuat sebuah konsep gerai yang akan haadir di seluruh Indonesia. Bumbu racik yang dikeluarkan oleh La Pizza sudah terbukti memiliki rasa yang lebih bersahabat dan cocok untuk lidah orang Indonesia. Inilah konsep yang ditawarkan oleh La Pizza.”

Dari pengalaman mitra mereka, mengklaim omzet rata-rata La Pizza dari 1 outlet yang sudah ada sekitar Rp. 9 jut sd. Rp. 18 juta perbulan tergantung dari lokasi. Dengan hanya modal kemitraan Rp. 8 juta, sungguh keuntungan yang menggiurkan.

Banyak keuntungan lain yang didapat untuk menjadi mitra La Pizz, Anda bisa langsung mengunjungi website mereka di www.pizza-lapizza.com

Alamat La-Pizza: Jl. Tentara Pelajar, No.7 Magelang,  Jawa Tengah

Call : 0857 4331 7337

Pin BBM : 51BA5492

Cahyo Adi Wibowo

pizza_lapizza@yahoo.com

 

Jan 28

Franchise TOSERBA ELEKTRIK

TOSERBA ELEKTRIK adalah sebuah perusahaan retail nasional yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran di bidang alat-alat elektrikal, lighting, elektronic, tools & multi produk lainnya.  Artinya perusahaan ini tidak hanya berbisnis alat-alat elektrikal seperti lampu, namun juga menjual berbagai peralatan elektronik, alat-alat bengkel hingga pompa mesin. “Mulai alat listrik umum, lighting, tool, pompa, stabilizer UPS, genset hingga CCTV System semua tersedia di Toserba Elektrik.

Perusahaan dibawah naungan PT.CAKRASEMESTA ABADI SEJAHTERA  ini telah memulai bisnisnya sejak tahun 1995.  Perusahaan ini tidak hanya menawarkan penggunaan Merk dan Logo tetapi juga memberikan sebuah Standar Operasional Prosedur (SOP) secara profesional, serta memberikan  dukungan penuh pada Franchisee dalam hal pemasaran dan pendidikan kewirausahaan.

Mereka membuka tawaran kemitraan dengan menawarkan kemitraan dalam tiga paket pilihan investasi. Pertama, Paket Silver dengan investasi Rp 150 juta. Kedua, Paket Gold dengan investasi Rp 250 juta; dan ketiga,Paket Diamond dengan investasi Rp 350 juta.

Perbedaan ketiga paket tersebut adalah bonus produk barang yang akan didapat. Untuk seluruh paket yang akan mendapatkan fasilitas berupa tempat usaha berlantai kayu dan CCTV System. Namun untuk Paket Gold dan Diamond akan mendapat tambahan produk seperti, produk-produk contractor suplier.

Dengan tambahan ini, mitra akan mendapat izin untuk bermain dalam proyek ataupun tender kelistrikan partai besar. “Perhitungan kami balik modal dalam 6 bulan, sebab tidak ada biaya royalti,” katanya. Balik modal akan tercapai seperti asumsi jika omzet mencapai Rp 40 juta sebulan.

 

Apa saja syarat menjalin kemitraan dengan mereka? Persyaratan menjadi Franchisee adalah:

  1. Warga Negara Indonesia / WNI ( Pria / Wanita )
  2. Mengisi Formulir Aplikasi & Menandatangani Franchise Agreement dengan Perusahaan.
  3. Mempunyai Modal usaha yang cukup sehingga mudah untuk dijalankan.
  4. Sudah atau akan mempunyai lokasi tempat usaha dengan luas minimal 25 M
  5. Bersedia mematuhi perjanjian yang sudah dibuat.
  6. Bersedia bekerja keras dan berperan aktif dalam menjalani bisnis ini
  7. Memahami keuntungan dan resiko didalam menjalankan bisnis ini
  8. Berkewajiban untuk membeli semua jenis produk yang disediakan di kantor pusat
  9. Bersedia mengikuti pelatihan-pelatihan dan pendidikan dalam hal strategi pemasaran atau penjualan di kantor pusat pada waktu dan jam yang ditentukan
  10. Jangka waktu kontrak atau hubungan kerja selama 5 tahun.

 

Alamat Kantor PT.CAKRASEMESTA ABADI SEJAHTERA:

Jl.walang baru 6 Blok A No.6 Tugu Koja

Plumpang Semper – Jakarta Utara 14350

Telp: (021) 4393 2502 (021) 4393 4279 Fax: (021) 4360917

HP: 0812 1919 8123

Email: cakrasemesta.buana@yahoo.com

Website : www.waralabatoserba.net

 

Jan 21

INTRO Rekrut Karyawan Franchise

Sebagai franchisee, salah satu peran Anda yang akan menghabiskan banyak waktu  adalah merekrut karyawan. Kecuali jika Anda menjalankan bisnis franchise seorang diri. Merekrut karyawan adalah salah satu fungsi manajemen dan karyawan yang dipilih dengan baik dapat menentukan keberhasilan bisnis Anda.

Meskipun beberapa franchisor akan membantu franchisee dalam mempekerjakan karyawan pada awal-awal kerjasama, tapi selanjutnya biasanya akan menjadi tanggung jawab franchisee. Kebanyakan perjanjian franchise akan dengan jelas menyatakan bahwa Anda diminta untuk menyediakan sejumlah karyawan. Langkah selanjutnya  yang diperlukan adalah pastikan bahwa mereka dilatih, dan bahwa karyawan  Anda bisa mewakili merek dengan dengan baik dan dapat  menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Perjanjian franchise biasanya akan lebih mempertegas bahwa, sebagai franchisee, Anda bertanggung jawab untuk semua keputusan yang berkaitan dengan perekrutan, pemecatan, pelatihan, upah, pengawasan dan disiplin karyawan. KArena pada intinya rara karyawan Anda bekerja untuk Anda dan bukan pada franchisor.

Kebutuhan karyawan atau karyawan  bervariasi tergantung pada jenis bisnis yang Anda jalani. Bisnis restoran mungkin memerlukan 80 hingga 100 karyawan, sedangkan bisnis berkonsep ritel mungkin hanya membutuhkan satu atau dua karyawan saja. Kebutuhan karyawan juga dapat bervariasi tergantung pada variasi musiman. Sebagai contoh, bisnis ritel cenderung  membutuhkan karyawan lebih banyak selama musim lebaran atau moment-moment tertentu lainnya.

Dalam industri di mana ada kebutuhan tinggi akan tenaga kerja, franchisor yang progresif telah mengembangkan departemen khusus perekrutan karyawan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja. Franchisor progresif juga mencari cara untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari franchisee melalui outsourcing untuk aspek-aspek tertentu dari operasi.

Jenis karyawan  yang Anda butuhkan akan bervariasi tergantung pada model bisnis. Seringkali bisnis akan bergantung pada Anda dan kemampuan karyawan  Anda dalam  membangun hubungan dengan pelanggan dan menjual produk Anda. Oleh sebab itu, carilah karyawan yang berorientasi pada pelanggan. Anda harus mencari karyawan yang mencerminkan nilai-nilai merek dagang, memiliki kemampuan dan kemauan untuk terus belajar, dan selalu ada saat  dibutuhkan. semakin fleksibel seorang karyawan, semakin mudah dalam menjalankan bisnis.

Milikilah rencana kebutuhan karyawan yang jelas sebelum mempekerjakannya. Franchisor akan sering memberikan rincian kebutuhan karyawan di manual operasinya, serta memberikan deskripsi pekerjaan tertentu dan alat-alat untuk membantu Anda dalam proses perekrutan. Franchisor biasanya juga akan  menyediakan pelatihan karyawan.
Proses perekrutan karyawan akan bervariasi tetapi biasanya mengkuti langkah-langkah berikut:

  1. Iklan kebutuhan karyawan
  2. Tinjauan resume atau aplikasi
  3. Melakukan wawancara, baik secara individu maupun kelompok
  4. Pemeriksaan Referensi
  5. Orientasi dan pelatihan

Franchisor, berdasarkan pengalaman memprospek franchisee yang telah eksis, dapat memberikan proses perekrutan terbaik bagi anda. Besarnya gaji karyawan mesti disesuaikan dengan ketentuan undang-undang tenaga kerja yang berlaku agar calon karyawan tertarik untuk melamar. Pasar saat ini sangat kompetitif dan Anda tentunya tidak ingin karyawan Anda dibajak oleh pesaing.

Tergantung pada jenis bisnis dan pasar, akan ada biaya pajak karyawan, biaya kompensasi pekerja dan keuntungan. Tapi biaya terbesar yang keluar adalah biaya tenaga kerja langsung. Pastikan Anda mempekerjakan karyawan yang tepat dan kemudian memberikan lingkungan kerja yang nyaman yang akan mendorong karyawan lainnya betah untuk bekerja dalam jangka waktu yang lama. Salah satu cara membuat karyawan betah dapat dilakukan dengan cara memberikan penghargaan “karyawan terbaik bulan ini”.

Apa yang dibutuhkan karyawan? Yang dibutuhkan adalah:

  • Peluang dan Pengembangan karir
  • Pelatihan
  • Pengakuan
  • Lingkungan kerja yang menyenangkan
  • Jam kerja yang fleksibel
  • Perlakuan yang adil
  • Keterlibatan dan konsultasi dengan manajemen

Selama proses perekrutan, Anda harus menyadari standar ketenagakerjaan dan hukum perburuhan yang berlaku di  daerah Anda. Kode Etik  Hak Asasi Manusia mencegah pengusaha dari diskriminasi terhadap karyawan.Di tempat-tempat tertentu ada pertanyaan-pertanyaan tertentu yang tidak boleh diajukan ketika proses perekrutan berlangsung misalnya seperti ras, usia, orientasi seksual dan agama, tapi mungkin di Indonesia ini tidak berlaku. Anda sebaiknya fokus saja pada posisi yang perlu diisi dan identifikasi karakteristik calon karyawan yang diperlukan untuk mengisi posisi ini. Ada juga undang-undang ketenagakerjaan yang perlu Anda perhatikan. Intinya perhatikan aturan-aturan yang terkait ketenagakerjaan yang berlaku di tempat Anda. Hal ini adalah tanggung jawab franchisee untuk mengetahui semua hukum yang ada dan mematuhi nya.

Keberhasilan bisnis Anda tergantung pada Anda sendiri yang bisa menemukan orang yang tepat yang akan memberikan pelayanan yang hebat kepada pelanggan. Tidak peduli sebaik apa  karyawan Anda, hal itu tidak bisa mengurangi keterlibatan  Anda dalam proses bisnis. Penjualan dan jumlah pelanggan akan meningkat ketika franchisee secara aktif terlibat dalam operasional bisnis sehari-hari. Semua franchisor akan setuju bahwa tidak ada yang dapat menggantikan dedikasi dan komitmen dari franchisee yang memiliki kepentingan dalam keberhasilan bisnis dan yang telah membuat investasi keuangan terhadapnya.

Sumber: http://www.cfa.ca

Older posts «