«

»

Apr 29

2 Kunci Utama Menghindari Kegagalan Franchise

 

PSIKOLOGI BISNIS

Bisnis biasa gagal, sudah umum. Tapi bisnis franchise gagal, rasanya belum bisa diterima dengan kondisi biasa, karena pada prinsipnya bisnis franchise menawarkan banyak hal untuk tidak mudah gagal.  Tapi kenyataannya ada saja bisnis franchise yang gagal, dan trennya tidak bisa dikatakan baik. Bisakah kegagalan di bisnis franchise dihindari?. Dan Mengapa kegagalan franchise sangat perlu dihindari? Bibby Group  mengulas tentang hal ini dengan singkat beberapa waktu lalu.

Industri franchise telah berkembang  luar biasa dalam 50 tahun belakangan karena bisnis franchise mampu  menawarkan nilai lebih kepada semua pihak franchisor, franchisee, pemasok, dan konsumen. Tetapi kegagalan franchise telah menjadi semakin biasa  bagi franchisor dan franchisee karena dua alasan utama, yaitu aspek perencanaan dan aspek psikologis.

Mengapa Perencanaan sangat esensial ?

Franchisor dan franchisee biasanya terburu-buru dalam melalui proses masing-masing.

Banyak Franchisor gagal di tingkat yang tidak diperkirakan sebelumnya dan itu disebabkan oleh faktor perencanaan pra-franchise mereka. Kuncinya adalah  pada studi kelayakan yang benar sebelum keputusan untuk menfranchise-kan bisnis dibuat. Dan dengan studi kelayakan,  tidak perlu lagi menyewa konsultan franchise yang kadang-kadang tidak kompeten. Setelah adanya studi kelayakan biasanya baru diikuti dengan  perencanaan yang hati-hati yang menyentuh pada strategi, pengorganisasian, legalitas  kerja dan yang paling penting dari semua itu  adalah belajar untuk menjadi seorang franchisor.

Franchisee gagal juga dikarenakan permasalahan perencanaan. Mereka menolak untuk melakukan uji kelayakan bisnis franchise sebelum membeli. Apakah Anda percaya atau tidak, sebagian besar pemilik franchise benar-benar tidak tahu apa yang telah mereka beli sampai beberapa waktu lamanya setelah mereka memiliki franchise. Mengapa hal ini terjadi? Karena sebagian besar pembelian franchise dilakukan dengan emosional, bukan mengedepankan rasionalitas dan berdasarkan penelitian.  Jadilah cerdas, mintalah bantuan dari pihak yang berkompeten yang menawarkan uji kelayakan jika Anda membeli franchise.

Mengapa Aspek Psikologi sangat esensial?.

Sekali lagi, baik franchisor dan franchisee gagal karena mereka tenggelam pada  masalah yang sama; psikologi franchise.

Franchisor sangat sering memulai karena orang lain membujuk mereka untuk  menfranchisekan bisnis mereka. Yang membujuk ini bisa berasal dari konsultan yang ingin mendapatkan fee atau teman, pelanggan atau anggota keluarga yang menyarankan kepada pemilik bisnis untuk segera menfranchisekan bisnis karena itu akan membuat mereka lebih cepat besar. Ketahuilah bahwa kebanyakan teman, pelanggan dan anggota keluarga hanya menawarkan basa basi belaka. Ide franchise itu memang menggiurkan untuk sebagian besar pebisnis dan mereka akan  cenderung kadang-kadang menempatkan emosi di atas logika lalu mengambil keputusan yang tidak logis.

Franchisee, sama seperti yang disebutkan di atas, juga cenderung untuk membeli franchise berdasarkan emosi, dan terburu-buru, mereka berkeyakinan bahwa mereka membeli apa yang disebut dengan peluang bisnis panas. Semua itu  adalah  alasan yang salah dalam memulai bisnis franchise. Pembeli yang pintar tidak akan melihat pertama kali pada franchise dengan emosi mereka melainkan pada sistem franchise yang telah terbukti. Dan kedua, pembeli pintar melihat pada jenis bisnis yang mungkin cocok dan terbaik bagi mereka sebagai pribadi.

Intinya adalah Perencanaan dan Psikologi adalah dua elemen kunci yang biasanya berperan di kedua sisi kegagalan dan kesuksesan sebuah franchise.

Sumber: http://www.bibbygroup.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.