«

»

Oct 03

9 Kesalahan Umum dari Calon franchisee

1. Tidak membaca dan memahami tentang disclosure document.

Dokumen-dokumen ini biasanya memang panjang, kadang-kadang mencapai 80 halaman, tapi sangat penting untuk Anda baca dan pahami setiap itemnya. Ketika Anda membaca dokumen ini, catatlah setiap hal yang meragukan dan yang tidak jelas. periksa tanggal dokumen. Cek juga dokumen-dokumen sebelumnya untuk perbandingan. Sebaiknya Anda didampingi pengacara, dan selalu tanyakan ke pengacara Anda segala sesuatu yang meragukan Anda.

Salah satu masalah yang paling umum antara franchisee baru dan franchisor adalah kesalahpahaman tentang siapa yang bertanggung jawab. Antara lain, dalam hal rapat, penyusunan jadwal lounching dan lainnya. Baca disclosure document dan perjanjian waralaba dengan hati-hati sebagai tanggung jawab Anda. Juga perhatikan kewajiban-kewajiban lain dari franchisor /pewaralaba, Jangan menganggap franchisor bertanggung jawab untuk rincian layanan tertentu. Jika tidak disebutkan secara tertulis di dokumen, upayakanlah untuk membuatnya tercantum secara tertulis. Catalah semua yang Anda ragukan, dan tegaskan masing-masing  tugas, kewajiban dan tanggung jawab antara franchisee dan franchisor.

2. Tidak memahami atau mempunyai penafsiran yang tidak akurat atau interpretasi yang salah/tidak sama  terhadap perjanjian waralaba dan dokumen hukum lainnya yang ditandatangani.

Anda dan pengacara Anda harus hati-hati memahami perjanjian waralaba. Pertama, buatlah daftar pertanyaan dan bahaslah dengan pengacara Anda, kemudian tanyakan segala hal yang meragukan Anda kepada franchisor. Dapatkan klarifikasi dari franchisor secara tertulis. Meski kecil kemungkinan untuk dapat mengubah perjanjian standar waralaba, tapi segala sesuatu dapat dibicarakan untuk dapat diubah atau ditambahkan. Tidak ada alasan franchisor tidak bisa memberikan dokumentasi tambahan untuk memperjelas sesuatu dalam perjanjian yang membingungkan Anda atau pengacara Anda.

3. Tidak memverifikasi penuturan lisan dari franchisor.

Anda dapat menghindari kesalahan ini jika Anda mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Anda mungkin bisa merekam semua pertemuan dengan franchisor, atau membuat catatan ringkas dari semua pertemuan Anda dengan franchisor jika diperlukan. Dan hal ini mungkin akan berguna suatu saat. Catat setiap item yang memerlukan klarifikasi. Kirim surat resmi kepada franchisor dan minta tanggapan mereka untuk setiap item yang ingin diklarifikasi. Jangan meninggalkan apa-apa yang belum terselesaikan.

4. Tidak menghubungi franchisee yang terdahulu.

Franchisee lalu, kini dan yang akan datang adalah bagian penting dari pengungkapan informasi. Sangat penting untuk mendiskusikan segala keprihatinan yang mungkin Anda miliki dengan franchisee yang lain. Jika franchisor memberikan Anda refferensi kepada dua atau tiga franchisee, ajukan pertanyaan kepada franchisee tersebut jenis pertanyaan yang bisa saja jawabannya bertolak belakang atau memalukan jika ditanya di depan franchisor. Tanyakan segala hal yang ingin Anda tanyakan misalnya Apakah franchisor selalu bersedia membantu? Apakah franchisor memberikan bantuan dukungan yang berkelanjutan dan bantuan pelatihan?

5. Tidak mengkonfirmasi kepada franchisee yang gagal.

Cari beberapa outlet franchise yang telah tutup, dijual, atau telah berganti pemilik, dan cari tahu alasan perubahan status mereka. Hubungi pemilik asli dan dapatkan cerita mereka. Jira cerita mereka berbeda dengan versi franchisor, maka versi franchisee yang gagal dapat dijadikan pegangan atau pertimbangan.

6. Tidak memiliki cukup modal kerja.

Pastikan Anda memiliki cukup modal untuk menutup semua biaya yang terkait dengan bisnis, termasuk biaya launching, tapi jangan lupa sisihkan anggaran untuk kebutuhan keluarga Anda, dan perhitungkan ketersediaan kas untuk operasional hingga pada BEP / titik impas kembali.

7. Tidak paham kebutuhan pembiayaan, tidak tahu bagaimana membuat/mendapatkan pinjaman pembiayaan yang tepat dan tidak tahu membuat laporan keuangan yang benar dan akurat.

Jika Anda kurang memahami itu semua, mintalah bantuan seorang akuntan yang baik.

8. Tidak menemui orang kunci di jajaran manajemen franchisor di kantor pusat atau perwakilan mereka diwilayah Anda.

Cukup sering didapat bahwa perwakilan penjualan franchisor di wilayah Anda akan membuat Anda percaya 100 % akan apa yang mereka katakana dan menyarankan Anda untuk tidak perlu repot-repot untuk menemui kantor Pusat untuk verifikasi apa yang mereka katakana. Jangan membuat kesalahan ini. Temui personil kunci di jajaran manajemen franchisor  di kantor pusat dan verifikasi informasi yang diberikan oleh perwakilan penjualan.

9. Tidak melakukan analisa pasar di daerah Anda terlebih dahulu.

Walaupun  franchisor dapat membantu dalam pemilihan lokasi, tetapi tetap menjadi tanggung jawab Anda untuk menentukan sendiri apakah lokasi tertentu tersebut diinginkan dan menjanjikan. Hal ini penting untuk memastikan ceruk pasar bagi produk atau jasa Anda di daerah Anda.

Jika terjadi persaingan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Apakah pesaing memiliki kelemahan yang dapat Anda jadikan momentum untuk mendapatkan pasar? Atau sebaliknya apakah pesaing begitu kuat dan menguasai pasar sehingga sulit bagi Anda untuk masuk dan menguasai pasar? Jika pesaing lokal mendominasi pasar, memasukinya mungkin membutuhkan perjuangan kompetitif yang akan meningkatkan kebutuhan modal kerja Anda.

Juga, evaluasi strategi pemasaran franchisor Anda, temukan sejumlah cara periklanan dan promosi yang tepat untuk membantu Anda. Meskipun strategi dari franchisor dapat membantu, tapi mungkin bukan ide yang cukup bagus untuk mengandalkan sepenuhnya terutama untuk riset pasar Anda. Lakukan analisa pasar sendiri dan kembangkan rencana pemasaran Anda sendiri.

Jika hasil riset Anda menemukan pasar yang kuat dan benar-benar baru, Anda mungkin ingin menambah satu outlet waralaba tambahan di wilayah tersebut sebelum franchisor menawarkan kepada calon franchisee lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.