«

»

Apr 03

Fanchisors dan franchisee Harus Belajar berhadapan dengan Perubahan

Semua organisasi perlu membuat perubahan dalam rangka menjaga vitalitas bisnis. Hal ini berlaku juga bagi  perusahaan waralaba. Ketika perubahan signifikan perlu dilakukan, franchisor dan franchisee harus siap  untuk menghadapinya.

Bisnis waralaba suatu saat akan menerapkan perubahan dari waktu ke waktu. Keniscayaan bahwa perubahan dalam bisnis sama seperti sebuah kepastian akan   kematian dan pajak. Ada perubahan yang dapat membuat kekacauan, ada juga yang tidak. Setelah franchisor memutuskan untuk membuat perubahan yang signifikan, hal itu harus dikomunikasikan kepada franchisee sebelum perubahan itu diterapkan. Pemberitahuan itu meliputi:

  1. Gunakan dewan penasihat waralaba sebagai sumber informasi/literatur utama
  2. Beritahu franchisee dengan cara yang baik tentang perubahan yang akan dibuat
  3. Berikan komunitas franchisee kesempatan untuk memberikan respon /umpan balik terhadap rencana perubahan
  4. Kumpulan franchisee tertentu yang sudah dipilih untuk membantu membuat bluprint  perubahan untuk menghindari konfrontasi

Perubahan besar yang berdampak langsung terhadap franchisee menuntut perhatian khusus. Dalam kasus tertentu, perubahan mungkin tidak begitu signifikan, tetapi sebagian besar persepsi franchisee tentang perubahan merupakan langkah awal untuk membuat kebijakan selanjutnya.

Contoh Perubahan penting mencakup:

  1. Perubahan perjanjian waralaba yang secara signifikan merubah istilah, prosedur perpanjangan, biaya royalti dan kondisi standar. Perubahan ini dapat menimbulkan kekhawatiran tertentu antara franchisee dan bisa jadi hal ini berakibat  Franchisee akan segera memperbaharui perjanjian mereka.
  2. Perubahan dalam program pemasaran atau iklan
  3. Perubahan Organisasi dapat melibatkan franchisee dan orang-orang yang memberikan dukungan sistem untuk franchisee.
  4. Perubahan arah strategi bisnis atau perusahaan yang melibatkan penyerapan sumber daya untuk usaha baru atau bisnis baru

Pada bagian ini, franchisee harus bersedia untuk menerima perubahan sebagai suatu kebutuhan untuk bisa beradaptasi dan berkembang mengikuti perkembangan sebuah  kebutuhan bisnis

Beberapa Franchisee bisa membentuk komite untuk berinteraksi dengan personil perusahaan. Salah satu komite yang paling efektif yang dapat dimanfaatkan adalah komite iklan atau pemasaran. Terdiri dari perwakilan franchisee dan karyawan perusahaan kunci, kelompok ini dapat memberikan Franchisor umpan balik  dan informasi mengenai pemasaran dan periklanan. Selain itu, komite iklan atau pemasaran memungkinkan untuk melakukan dialog antara franchisor dan perwakilan franchisee.  “kelompok kerja” ini dapat membantu untuk mempertahankan hubungan yang positif antara para pihak waralaba.

Beberapa Franchisor dapat membentuk komite khusus atau gugus tugas untuk membantu menghadapi perubahan skala besar. Franchisor, bagaimanapun, harus dengan jelas menyatakan tujuan komite khusus tersebut. Beberapa franchisor menggunakan komite untuk mengelola masalah-masalah yang timbul dari perubahan yang baru dilaksanakan.

Dalam rangka untuk menjaga hubungan yang positif antara para pihak waralaba selama perubahan, franchisor harus melakukan hal berikut:

  1. Mengevaluasi dan mengukur bagaimana perubahan akan mempengaruhi franchisee.
  2. Mendapatkan tanggapan dari jejaring waralaba tentang isu perubahan besar. Umpan balik dapat berasal dari staf franchisor yang bertugas di lapangan, atau dari franchisee sendiri.
  3. Di mana perubahan itu dapat berdampak signifikan terhadap franchisee, minta bantuan organisasi waralaba atau komite khusus untuk membantu franchisee memahami mengapa perubahan itu perlu dibuat.
  4. Berlaku fleksibel lah dalam melakukan perubahan. Ketika umpan balik menunjukkan banyak penolakan terhadap perubahan, franchisor harus mempertimbangkan situasi, dan menghindari konfrontasi yang tidak perlu

Perubahan merupakan aspek penting dari semua hubungan dan terutama dalam dunia waralaba. Adalah penting bahwa franchisor dan franchisee melakukan bisnis dalam iklim perubahan yang positif yang mempertimbangkan kebutuhan dan tujuan dari kedua belah pihak.

By Ed Teixeira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.