«

»

Mar 20

Perhatikan 3 Hal Ini Agar Tidak Salah Membeli  Franchise

 

Papa Ron’s Pizza, McDonalds, KFC, dan masih ada beberapa nama bisnis franchise lainnya yang akrab ditelinga Anda. Mereka telah menciptakan sebuah sistem yang dapat dicontoh oleh setiap pemilik bisnis.  Kekuatan bisnis mereka ada pada sistemnya, proses pelaksanaan,   merek dan bagaimana perusahaan itu sendiri  menciptakan resiko bisnis yang lebih rendah. Meskipun menjadi salah satu sistem bisnis yang tumbuh pesat di  tahun 80-an, masih sangat banyak  franchise yang masih relevan di abad ke-21. Namun sebelum Anda memutuskan menggeluti bisnis franchise. Berikut adalah 3 hal yang perlu Anda pertimbangkan jika membeli franchise agar Anda tidak salah langkah dalam membeli franchise adalah keliru, seperti yang dikutip dari nextupasia.com.

Apakah Anda memiliki cukup uang?

Sebelum membeli franchise Anda harus mengetahui bahwa bisnis franchise terdapat biaya-biaya seperti franchise fee, biaya bahan baku, belum lagi termasuk biaya sewa tempat dan gaji karyawan dan biaya overhead lainnya. Bisnis franchsie bukanlah bisnis modal dengkul, Anda benar-benar harus memiliki uang.  Pilihlah bisnis franchise yang sesuai dengan kekuatan modal yang Anda miliki. Banyak pilihan franchise yang hanya membutuhkan modal dibawah Rp. 10 juta, tapi tidak sedikit juga yang jauh lebih besar dari itu.

Apakah Anda memiliki waktu untuk menjalankannya?

Menjalankan franchise tidak sesederhana hanya dengan berinvestasi lalu  Anda biarkan begitu saja tidak mengurusnya. Anda harus terlibat dalam operasionalnya dari hari ke hari  dan Anda juga harus secara aktif terlibat dalam pelatihan ketika Anda memulai menjadi mitra sebuah franchise. Tidak jarang franchisor  ingin memastikan bahwa franchisee mereka adalah salah seorang yang terlibat dalam menjalan bisnisnya dari hari ke hari.

Apakah Anda memiliki kepribadian?

Apakah Anda tipe kreatif yang suka mengambil risiko dan bereksperimen? Apakah Anda sangat rajin? Apakah Anda selalu bercita-cita untuk menjadi pengusaha dengan jenis bisnis  berisiko tinggi dengan  pendapatan yang lebih tinggi pula? Jika Anda menjawab YA untuk semua pertanyaan di atas, Anda tidak harus menjadi franchisee. Tipe kepribadian dari pemilik franchise harus lah seorang yang pengambil resiko yang lebih kecil. Tentu saja, setiap franchise memiliki sendiri tipe kepribadian ideal mereka, dan Anda akan  mengetahuinya melalui  proses wawancara menjadi mitra sebuah franchise.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.