«

»

Jan 02

Tips Kembangkan BO Jadi Franchise

Mengembangkan bisnis dengan pola franchise sebetulnya menjadi salah satu cara untuk menaikkan skala usaha atau melakukan ekspansi dengan cara murah tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Ketua Franchise dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy mengatakan melalui sistem franchise, seseorang dapat membuka gerai di berbagai lokasi tanpa harus mengeluarkan modal dan terlibat secara langsung di dalamnya sehingga bisa menjadi passive income, antara lain melalui franchise fee yang dibayarkan franchisee.

“Ketika bisnisnya dirasa sudah berkembang dan memiliki sistem, ada orang yang tidak ingin lagi terlibat dalam operasionalnya sehingga dia mefranchisekan kepada orang lain dengan menjual pengalaman, sistem, dan brand yang sudah dikembangkannya melalui sistem franchise,” ucapnya.

Namun, untuk menjadikan bisnis sebagai franchise, ada beberapa hal yang harus dipenuhi. :

Pertama, bisnis tersebut harus sudah terbukti menguntungkan sehingga menarik bagi calon investor. Pembuktian tersebut terlihat dari kesuksesan usahanya dalam kurun waktu minimal 5 tahun.

Kedua, harus memiliki sumber daya manusia yang telah berpengalaman. Ketiga, harus memiliki divisi riset dan pengembangan sendiri untuk terus mencari inovasi baru sehingga tidak stagnan dan ditinggal pelanggan.

Ketiga, “Pefranchise itu harus memiliki jiwa entrepreneur. Ketika usahanya sudah mulai stagnan, dia harus terus melakukan pembaharuan melihat bagaimana perkembangan dan selera pasar. Karena itu, divisi riset dan pengembangan mutlak dimiliki.”

Keempat, memiliki lembaga pelatihan sendiri yang mengajarkan standar operasional perusahaan yang baik dan benar menurut franchisor sehingga kualitas pelayanan dan produk yang diberikan seragam antara satu gerai dengan gerai lainnya.

Kelima, memiliki sistem IT yang mampu menghubungkan seluruh gerai secara real time sehingga dapat dengan mudah mengontrol perkembangan gerai yang tersebar di seluruh wilayah. “IT ini juga dibutuhkan sebagai masukan untuk ke depannya.”

Di luar itu semua, sikap pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya dengan pola franchise tentu menjadi hal yang paling penting. “Pengusaha itu memang harus mengusai pengetahuan franchise secara baik dan benar.

Jangan sampai mereka malah memeras franchisee-nya dengan mempermaikan harga atau menaik an royalty fee seenaknya di luar perjanjian.”

Selain itu, perlakuan terhadap franchisee pun harus diperhatikan. “Franchisee itu bukan karyawan tetapi investor yang membantu mengembangkan bisnisnya. Franchise itu prinsipnya membagi keuntungan bukan kerugian.”

Franchisor juga harus dapat memantau dan membantu franchisee, karena bila sampai gerai franchisee di tutup, maka citra pemberi franchise juga ikut dipertaruhkan. “Karenanya harus memilki mental entrepreneurship dan siap mendorong para franchisee-nya untuk sukses.”

Bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.